Alergi Obat

Alergi obat adalah gejala hipersensitivitas tubuh terhadap zat yang disebut alergen (zat yang memiliki daya alergi). Ada orang yang memiliki alergi secara umum, seperti alergi dingin, alergi debu, slergi tungau, alergi benang sari bunga, alergi bulu binatang. Beberapa orang juga memiliki alergi obat atau dikenal dengan alergi obat.

Mereka yang mengalami alergi obat akan muncul reaksi pada tubuhnya. Reaksi bisa bersifat lokal (ditempat tertentu saja misalnya kulit merah), bisa pula menyeluruh. reaksi tersebut merupakan reaksi hipersensitivitas  (reaksi yang berlebihan atas suatu zat).

Obat ini berperan sebagai benda asing dan tubuhnya menanggapinya dengan memberikan reaksi radang. Akibatnya benda (zat) yang seharusnya tidak berbahaya dianggap (sistem kekebalan tubuhnya) sebagai zat asing yang berbahaya (antigen) lalu mengeluarkan reaksi yang berlebihan berupa pengeluaran zat-zat kimia seperti histamin, bradikinin, dll.

Alergi terhadap obat terjadi pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang hipersensitif. Pada orang normal obat yang tidak dianggap sebagai benda asing sehingga tubuhnya tidak memberikan reaksi seperti halnya pada mereka yang alergi obat. Diperkirakan angka kejadian alergi obat berkisar antara 1-5% pasien.

Selain obat-obatan, makanan (terutama makanan laut) dan debu juga bisa menyebabkan alergi. Manifestasinya bisa bermacam-macam. Apabila alergi  itu mengenai saluran napas bisa terjadi asma. Bila mengenai mata bisa terjadi konjungtivis alergika dengan tanda dan gejala antara lain mata merah, berair, dan gatal. Bila mengenai hidung bisa menjadi rhinitis alergika dengan tanda dan gejala antara lain hidung meler dan gatal, bersin-bersin.

Seseorang dengan aleergi gatal obat tidak mutlak akan mengalami alergi terhadap benda atau zat lain, tetapi kemungkinan untuk mengalami alergi menjadi lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat alergi.

Alergi dipercaya dapat menurunkan tetapi dengan manifestasi yang tidak mutlak sama. Misalnya orangtuanya laergi yang bermasifestasi pada saluran napas (asma), maka mungkin saja anaknya alergi tetapi bermanifestasi pada kulit.

Diagnosis Alergi Obat

Selain pemeriksaan fisik dan memperlajari riwayat kesehatan dari pasien itu sendiri, biasanya dokter juga akan melakukan tes kulit. Salah satu misalnya seperti tes kulit dengan pinisilin yang sering dilakukan sebelum dokter memberikan resep penisilin. Dokter akan menyuntikkan sedikit penisilin tepa di bawah kulit anda. Apabila kulit anda menanggapinya dengan muncul reaksi alergi pada lokasi penyuntian dengan radius tertentu, maka seseorang tersebut memiliki penyakit alergi obat penisilin. Namun, tes kulit ini tidak selali dapat diandalkan karena tes kulit ini hanya menggunakan bagian dari molekul dari penisilin.

Cara Mencegah Alergi Obat

Langkah yang terbaik yang dapat anda lakukan untuk mencegah alergi obat adalah dengan cara menghindari obat-obatan yang menurut anda dapat menjadi pemicu alergi tersebut. Namun untuk mengetahui obat apa yang menjadi pemicunya merupakan hal yang sulit, karena pada kenyataannya pasien akan baru menyadari bahwa dia mengalami alergi obat setelah ia mengalaminya. Jika anda adalah salah seorang yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu, serbuk sari, jenis sabun atau kosmetik tertentu ataupun produk lainnya, pastikan untuk memberitahu dokter anda tentang apa yang menjadi pemicu alergi pada diri anda sebelum dokter memberikan resep pada anda. Anda juga harus memberitahu dokter anda mengenai reaksi negatif dari obat tertentu yang pernah anda alami sebelumnya.

Sebaiknya anda mencatat nama dari obat-obatan, jenis makanan dan produk tertentu yang memberikan efek negatif bagi anda untuk memberitahukannya kepada dokter. Perlu anda ingat sedikit bahwa, jika setelah meminum obat muncul reaksi negatif, ada baiknya anda menghentikan penggunaan obat tersebut dan segeralah hubungi dokter anda. Dokterlah yang akan memastikan apakah ini alergi obat sejati atau hanya sensitivitas, solusinya dokter anda mungkin akan mengganti obat tersebut dengan obat yang lainnya yang tidak menyebabkan alergi pada diri anda.

Pengobatan Alergi Obat

Setelah anda merasakan ada gejala alergi obat yang muncul pada diri anda, pengobatan yang dilakukan berdasarkan pada tingkat keparahan dari alergi yang dialami. Jika gejala alergi yang dialami hanya ruam pada kulit, Dan selebihnya kondisi anda sehat secara umum, mungkin anda hanya butuh untuk menghentikan penggunaan obat tersebut. Namun jika tidak maka pengobatan akan dilakukan untuk menghilangkan gejala dari alergi obat tersebut.

Obat antihistamin sangat disarankan untuk anda yang menderita alergi guna untuk mengurangi gejaa gatal-gatal dan gejala yang terkait dengan histaminn lainnya. Krim/salep kortikosteroit seperti hydrocortisone dll. Obat tersebut dapat direseokan oleh dokter untuk mengatasi gejala alergi kulit yang terjadi pada anda. Sedangkan dengan tablet dari kortikosteroid seperti prednison yang dapat juga diresepkan untuk mengatasi gejala alergi yang lebih parah.

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang peling serius yang akan menyebabkan tekanan darah dalam tubuh anda akan turun secara drastis, mengi, dan sesak nafas. Pada kasus anafilaksis yang sudah termasuk dalam keadaan yang paling parah pasien alergi dapat kehilangan kesadaran atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Perawatan anafilaksis adalah dengan cara menyuntikkan epinefrin atau adrenalin dan cairan yang diberikan secara intravena atau yang sering kita kenal dengan infus.

 

 

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Alergi Membantu Meredakan Gejala Alergi Kulit, Alergi Dingin, Alergi Makanan & Alergi Debu, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Alergi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>